Sunday, September 7, 2008

Botol kosong automat

Setiap supermarket di Belanda ada mesin automat untuk mengembalikan botol kosong bekas minuman.Model automat untuk mengembalikan botol kosong,setiap supermarket lain-lain,tetapi caranya tetap sama hanya warna dan modelnya saja berbeda.
Kalau kita membeli minuman seperti Cocacola,Fanta dan Bir.Pasti kita kan beli isinya,juga bayar botol minumannya.Aku nggak tahu bagaimana caranya mengembalikan botol kosong bekas minuman di Indonesia saat ini,aku sudah lupa nih.Kalau nggak salah sekarang di Indonesia nggak usah mulangin botol kosong bekas minuman lagi ya atau masih seperti dulu,botol kosong bisa di jual kembali setelah isinya habis.



Di Belanda botol kosong ada yang bisa di kembalikan lagi dan mendapatkan uang kembali. Ada juga botol kosong yang nggak bisa di kembalikan lagi.Berarti kalau habis minumannya,botol kosongnya langsung di buang.
Kalau kita mengembalikan botol kosong bekas minuman cukup memasukan botol ke bagian lobang yang di bagian atas itu satu persatu nanti jalan sendiri kena scan.Setelah selesai memasukan botol kosong yang di kembalikan,kita lalu menekan tombol hijau yang ada di automat itu dan akan keluar kertas (bon) dengan jumlah uang yang akan kita dapatkan.Tergantung jumlah botol kosong yang tadi dimasukan kedalam automat itu.Kertas (bon)itu nantinya bisa di tukar di kassa supermarket.Dibagian bawah automat itu juga ada lobang yang persegi empat,itu khusus untuk botol Bir kosong.Kalau kita mau mengembalikan satu krat botol bir kosong,taro aja krat-nya dibawah nanti automatis jalan sendiri dan kena scan krat yang di kembalikan itu.Tetapi kalau kita hanya mengembalikan botol kosong bekas bir,hanya satu atau dua botol saja,tidak mengembalikan satu krat botol kosong,cukup di lobang atas saja,sama seperti botol minuman bekas Cocacola atau Fanta misalnya.


Bagaimana dengan anda yang di negara lain jika ingin mengembalikan botol kosong,selain di Indonesia,apakah sama cara mengembalikan botol kosong seperti di Belanda ?

Saturday, September 6, 2008

Saturday Night Fever

Saturday Night Fever,adalah film bergenre musicfilm.Pada tahun 1978 sangat popular,gara-gara film ini,hampir semua gadis di seluruh dunia tergila-gila dan jatuh cinta pada Jhon.Travolta..Lagu-lagu disco-nya di ambil dari discohits-nya The Bee Gees.

Pemain utama-nya John Travolta (Toni Mancro), Karen lynn Gorney (Stepbanie)
Lagu-lagu hits di film itu di nyanyikan oleh group band ' The Bee Gees Night Feyer', 'Staying Alive', 'How Deep Is Your love', 'More Than A Woman', dan satu lagu 'if 1 Can't Have Vou' di nyanyi-kan oleh penyanyi Yvonne Eiliman



Dalam film itu di cerita-kan :

Seorang pemuda berumur 19 tahun,bernama Tony Manero.Ia setiap hari bekerja di sebuah toko cat di Brooklyn,New York.Awal cerita dalam di film itu,terlihat Tony sedang berjalan menuju ke tempat kerja-nya.Ia datang 30 menit telat,tetapi Tony ini sangat di sukai oleh client di toko itu.

Tony melihat sebuah t-shirt,tetapi tidak cukup uang untuk membeli-nya.Karna ingin membeli sebuah t-shirt Tony meminta majikan-nya untuk ngebon (pinjam uang di potong gaji) tetapi ternyata tidak dapat uang pinjaman dari majikan-nya.

Kalau malam Tony pulang ke rumah sehabis bekerja,selalu ribut dengan ke dua orangtua-nya.Karna orangtua-nya igin Tony menjadi pendeta,seperti saudara laki-laki nya yang bernama Frank.

Tony setiap malam minggu selalu ke discotiq 2001 Odyssey bersama teman-teman nya.Semua orang,terutama para ceweq kenal siapa Tony di tempat disco itu dan banyak ceweq yang tertarik karna Tony pinter dansa.

”Saturday Night Fever” sebenar-nya sebuah film yang mencerita-kan,masalah anak-anak muda,pada setiap generasi.Seperti masalah ekonomi,pengangguran.

Kalau ingin lebih tahu film ini silahkan mencari dvd atau vcd nya dan menonton sambil makan popcorn..hehe..

RMS,Poco-poco dan Dorce


Hoi Zev en KoKiers,

Berhubung aku baru saja sempat menulis cerita ini mudah-mudah belum basi biar telat juga kan masih bisa berbagi foto.Setiap tanggal 17 Agustus adalah hari Kemerdekaan Rakyat Indonesia. Semua warga Indonesia pasti merayakan-nya.

Tahun ini aku datang ke Wassenar ke acara 17 Agustus dan untuk pertama kalinya selama aku menetap di Belanda. Seperti biasa kalau mau pergi,aku suka sibuk dengan pakaian yang akan aku kenakan,aku sudah siapkan celana putih dan blous merah, tetapi begitu berdiri di depan kaca malah jadi mewek, nangis melihat merah-putih menempel di badanku. Akhirnya aku putus-kan untuk memakai atasan merah aja bawah-nya jeans. Daripada nangis terus sedih melihat warna merah-putih, kok bisa begitu ya..hiks..hiks..mungkin perasaan nasionalisme nya masih tetap ada.. hiks...hiks..

Aku janjian lagi dengan Rini Prasodjo untuk sama-sama ke acara 17 Agustus itu. Seperti biasa aku naik kereta dari rumah, tetapi aku tidak langsung menuju Den Haag, karena akan sama-sama ke acara itu dengan Rini dan teman-teman nya Rini. Kami janjian ketemu di Amsterdam-Amstel untuk berangkat rombongan dua mobil, memang lebih asyiik..kalau pergi nya rame-rame,daripada sendiri atau berdua-an, akhirnya kami pun meluncur dengan mobil ke Wassenar.

Sampai di Wassenar setelah mencari tempat parkir mobil, kami semua berjalan menuju ke acara itu, dari jauh sudah terdengar suara music, polisi juga berseliweran di jalan itu menertibkan lalu lintas dan ternyata di jalanan tidak jauh dari pintu masuk aku melihat ada dua orang seperti ibu dan anak sedang sibuk memasang spanduk. Tadinya aku pikir mungkin orang KBRI dari itu aku cuek aja.Tetapi setelah aku melewati mereka dan membaca spanduknya ternyata mereka berdua itu adalah yang biasa menamakan dirinya RMS. Dari itu aku mundur lagi dua langkah ke belakang dan cepat-cepat menjepretnya.

Setelah menjepret mereka, sepertinya ibu dan anak deh.Sambil berjalan,aku sambil mikir jadi nya, bukankah yang memilih memihak Belanda dan mengkhianati Indonesia adalah mereka sendiri dan juga Belanda yang menjanjikan mereka.Ini sudah menuju berganti generasi ke tiga, sedangkan generasi pertamanya bukankah sudah pada tua, mungkin pikun bahkan sudah mati kali , tetapi masih aja tetap keukeuh meneruskan sisa-sisa yang mereka sendiri tidak paham apa yang sebenarnya terjadi waktu Indonesia masih Koloni Belanda apa tidak sebaiknya generasi ketiga ini membaca kembali sejarah yang sebenarnya.

Tadinya aku ingin balik lagi setelah masuk ke wisma untuk melihat kembali. Apakah ada lebih dari dua orang selain ibu dan anak itu, karena acara di dalam lebih menarik dari mataku, akhirnya aku malah jadi lupa akan RMS itu dan tidak kembali untuk melihat keluar lagi.

Di dalam wisma sana seperti biasa mengadakan, bazar menjual bermacam-macam makanan dan juga ada dua panggung hiburan.

Panggung pertama lagu-lagu keroncong kadang dangdut. Di Panggung nomer dua kebanyakan orangtua dan memang panggung nomer dua cocok untuk orang yang sudah tua.Panggung kesatu lebih umum dan lebih menarik karena acara utamanya ada di panggung nomer satu.

Sambil menunggu acara Dource muncul diselingi dengan band dan ada penyanyi muda dari Indonesia aku lupa namanya deh kalau nggak salah Mosa dan duuuh.. lupa deh yang satunya penyanyi muda, acara ini juga di meriahkan juga oleh Rere dan kawan-kawan. Kalau nggak salah tebak MC nya itu ”Happy” dari group jadul ”Pretty Sister” deh mukanya mirip-mirip sih.

Lagu-lagu apapun yang dinyanyikan, mau lagu dangdut,lagu rock n rol, pokoknya semua selalu berdansa poco-poco, bingung deh, sejak kapan sih poco-poco begitu sangat populer padahal waktu jadul, jaman-jaman ku nggak begitu populer.

Tiba-tiba di depan podium datang segerombolan laki-laki memakai baju batik pada menari (dansa) poco-poco aku sampai bingung melihat laki-laki berpakai batik ini datang darimana pikirku, kok tiba-tiba muncul serentak..hehe..sambil melihat gerombolan laki-laki berbaju batik ini,aku sambil mikir darimana sih ini pasukan batik yang lagi menari poco-poco, karena rasa penasaran,aku mencolek salah satu dari mereka dan menanyakan siapakah mereka itu...”Oooh..ternyata pasukan Angkatan Laut”

Mereka sudah dua bulan di Belanda untuk traning dan nanti akan membawa pulang kapal perang yang baru dibeli Indonesia dari Belanda.

Tidak ketinggalan Dubes Indonesia Fahmi Habibi ikut berdansa,seru juga itu dubes hampir aja beliau dansa bergaya striptis..hehehe..karena ada salah satu cewek hampir melucuti pakai Dubes itu..hahaha...gelo deh...akhirnya jadi bahan tontonan dan jeprat-jepret orang-orang sekitar depan podium itu..luuucuuu banget. Aku nggak tega melihatnya, habisnya hampir mirip Gusdur sih udah tua banget ternyata itu dubes nya.

Acara puncak yang di tunggu-tunggu pun tiba yaitu menampilkan Dorce Gamalama. Waaah...suasana-pun jadi rame dan kocak banget deh. Di acara itu Dorce meminta penonton untuk naik ke panggung sepuluh orang, lima laki-laki dan lima perempuan di atas panggung, mereka di minta untuk mengikuti permainan-nya. Kalau diantara mereka ada yang goyang ketika lagu stop, maka gugur tidak boleh ikut permainan itu lagi.

Sebelum acara goyang dangdut di mulai para peserta di minta untuk memperkenalkan diri masing-masing, di sini benar-benar lucu dan seru apalagi waktu salah satu peserta perempuan menyebut namanya ’Siti’ jadi bahan olokan Dorce deh.

Sewaktu aku melihat perempuan memperkenalkan diri bernama”Siti” jadi aku ingat sama kokiers yang bernama ”Siti Aisyah” aku berfikir apakah itu dia..hehehe..

Berseliweran juga sih cowok-cowok disana,aku suka senyum-senyum sendiri, jangan-jangan itu kekasih gelapku...waaalaahh...bener juga kata ”Penyanyi Dangdut” sudah tiga windu kok masih gelap mulu..hehehe...kapan terang-nya kalee..emang enak-kan begini ”Nduut” jadi kagak ”hamil”..weks..hehehe...

Di acara permainan itu di menangkan oleh seorang laki-laki dan mendapatkan hadiah € 50,- harus dibagi dua dengan pasangan-nya dan juga para peserta mendapatkan satu paket CD.

Walau hujan rintik-rintik tidak mengganggu acara meriah itu, para penonton tetap antusias dan meminta Dorce menyanyikan lagu ”SMS” dan lagu ”Ketahuan”

Acara berakhir dengan dilemparkan nya CD ke penonton dan para penonton berebut. Sayang aku tidak dapat karna melempar ke arah belakang, sedangkan aku ada di barisan depan.





Festival India



Hari Minggu tanggal 31Agustus aku ke Amsterdam. Niat nya mau makan kwetiau ternyata aku lupa kalau hari Minggu nggak ada kwetiau di Nam Kee, karena penjual kwetiau yang fresh nya tutup. Aku mau ke sebelah nya New King malas, penuh banget itu tempat nya harus antri menuggu tempat duduk.padahal harga sih hampir sama satu piring-nya. Jadi aku putus kan makan KFC aja aku suka tepung nya yang garing. Di Kota ku nggak ada KFC kalau mau makan enak aku harus ke kota besar maklum kota ku kecil banget.

Sebelum makan di KFC aku masuk toko Bijenkorf dulu cuma lihat-lihat aja, sambil ngadem enak soal-nya di dalam tokok enak dingin ada AC nya. Cuaca saat itu 26 drajat buat-ku cukup panas deh. Habis muter-muter di Bijenkofr aku keluar lewat pintu yang menuju ke Dam Monumen.


Ternyata di depan Dam Monumen ada banyak tenda-tenda rame banget, tak ketinggal-lan ada beberapa ”Pak Ogah” juga ada di sana. Aku ingin tahu dan menyebrang, ada apa seh rame-rame di sana, terdengar irama music enak juga ada”krisna-krisna” pokok buat kuping ku termasuk asyik deh dengan irama gendang-nya.Aku selap-selip di antara orang-orang yang bediri, ternyata music India dan aku membaca kertas yang mengelantung ..Oooh..ternyata hari itu sedang ada ”Indiaas Parade Festival” tertulis juga ”Ratra Yatra Amsterdam ‘08”

Sayang aku sudah ketinggalan acara dansa dan parade-nya.Acara di mulai ternyata dari jam 10.00 sampai 20.00 acara parade start nya jam 13.00. sedangkan aku ke sana sudah mulai sore. Kalau aku tahu dari pagi aku sudah di sana dan bikin foto-foto pasti bagus tarian (dansa) India..hiks..hiks..nyesel deh. Saking di kepala adanya niat ke Amsterdam cuman mau makan kwetiau aja.
Tenda-tenda itu banyak menjual macam-macam makanan dan pernak-pernik serba India,termasuk CD dan DVD film Bollywood.Pokok suasana-nya, boleh juga deh buat cuci mata.

Ada satu tenda mengadakan acara Dialog mengenai agama, tertera didepan tenda itu hampir semua agama termasuk agama Islam juga dibahas.

Friday, August 29, 2008

Sunset



Tak bisa dipungkiri, inilah kenangan terindah kami, berjalan bersama, senandung bersama, yah mungkin terdengar klise; dunia milik kami berdua. Dua minggu di pulau dewata, bersama menelusuri pasir pantai kuta, bersama merasakan dinginnya hawa di Bedugul, memandangi keagungan Illahi di Kintamani, semua terasa teduh. Walau ada riak riak kecil yang kadang mengusik, perjalanan ini sungguh indah. Seperti tatkala matahari membenamkan diri di Pura Luhur Tanah Lot, dan kala kabut tebal mulai menyelimuti Puncak Kintamani, serta empat orang turis taiwan yang kami kejutkan dari lamunannya,.uh..semuanya begitu membahagiakan. Memang benar, seribu kabar takkan mampu memberi gambar yang pas. Tapi satu gambar akan mampu bicara sejuta makna. Sebuah catatan dan kenangan ini kami torehkan dan kami catat sebagai bagian terindah perjalanan hidup ini. Mau menyusul? Bali selalu menanti dan akan bertutur,"telapak cintamu, pernah singgah disini: pulau seribu pura, dimana berjuta cinta disemai dan dituai dengan hati yang tulus".




Friendship After a Break Up

Sex with Your Ex... aku rasa jarang terjadi di Indonesia. Karena aku sudah cukup lama menetap di Belanda, aku tidak tahu bagaimana kehidupan di Indonesia saat ini terutama di kota-kota besarnya.Kalau aku ke Indonesia hanya liburan selama 4 minggu saja tidak lebih dari itu.




Di Belanda ”Sex with Your Ex” banyak terjadi.Bahkan bukan hal aneh kalau mereka yang pernah menjadi suami istri atau pernah hidup bersama dan ketika sudah bercerai (berpisah) rumah mereka bersebelahan atau depan-depan-nan dengan rumah mantannya.

Aku pernah suatu kali mau mampir ke rumah kenalanku orang India Suriname namanya Nirmala. Kebetulan aku memang lewat daerah itu, makanya aku mampir tanpa telepon dulu. Sewaktu aku bel depan pintu rumahnya no 8 yang keluar adalah suaminya Belanda. Lalu suaminya bilang ke aku kalau dia dan Nirmala sudah bercerai dan Nirmala sekarang tinggal di no 12 jalan itu juga...hahaha..aku sampai mengekerut kan jidat lhoo. Coba itu kan cuman beda satu rumah aja...hahaha..aku sempat kaget juga, sambil aku langsung ngeledek si Belanda itu (ex nya Nirmala) gini”asyiik dong, kalian bisa lewat pintu belakang kalau lagi pengen”...hahaha..(iseng banget deh gue)...dia ketawa waktu aku bilang begitu.


Aku pun pamit dan jalan menuju nomer 12 dan memang benar Nirmala tinggal di situ dengan anak-anaknya. Kami pun ngobrol,Nirmala sengaja memilih dekat rumah mantan tinggal-nya,biar anak-anaknya gampang ketemu katanya,atau mungkin biar ibunya gampang ketemu ayahnya dengan alasan anak-anak...hahaha...

Selain pasangan yang pisah beneran, di Belanda banyak juga pasangan yang pisah bohongan karena ekonomi,pura-pura bercerai agar bisa mendapatkan double income. Tetapi pemerintah Belanda tidak mencurigai mereka yang bercerai dan memilih rumahnya bersebelahan, buat pemerintah itu hal wajar. Kalau pisah (cerai) nya mempunyai masalah besar dan merasa terancam oleh mantan pasangan-nya, biasanya salah satu dari mereka pindah ke kota lain.

Bukan hanya kenalanku saja Nirmala yang memilih tinggal berdekatan dengan mantannya. Waktu aku tinggal di Groningen tetangga-ku perempuan dan laki-laki Belanda (ternyata mereka berdua pernah hidup bersama) dan mempunyai anak,di Flat tinggal-nya malah depan-depan-nan.Pokok banyak deh yang kaya gitu di Belanda. Malah biar masing-masing sudah punya patner lagi,tetapi mereka bisa kok berteman dan duduk-duduk bareng minum koffie berempat. Juga bukan hal aneh di Belanda kalau misalkan di pesta ulang tahun,para mantan suami-istri ini datang dan bertemu dengan mantan-nya,serta pasangan barunya masing-masing.

Sebenarnya ”Friendship after a break up” itu sangat memungkin terjadi kok. Aku sendiri dengan mantan suamiku yang di Indonesia bisa berteman baik bahkan seperti adik. Padahal aku pernah disakiti dan dikhianati berkali-kali oleh suamiku waktu jadul (suamiku suka main hostes di Night Club) tetapi aku coba rasa sakit hatiku, aku kesampingkan,karna aku mempunyai dua anak dari mantan suamiku itu. Aku tidak ingin anak-anakku tegang karna perceraian orangtuanya, aku ingin anak-anakku mempunyai rasa aman jika sedang dekat aku ibunya ,juga jika dekat dengan mantan suamiku ayahnya. Walau kami sudah bercerai tetap seperti keluarga, anak-anakku pun senang melihat ayah dan ibunya akur di depan mereka.



Aku dan mantan suamiku juga tidak pernah menjelek-jelekan satu sama lain atau cerita negatif kepada anak-anak tentang masing-masing (ayah-ibunya).Tetap di mata anak-anakku,aku dan mantan suamiku adalah orangtua yang baik. Seandainya aku tidak mempunyai anak dari mantan suamiku, mungkin aku rasa, aku tidak akan bertemu, apalagi berteman. Karena anak-anak, makanya menjadikan aku tetap menjalin hubungan baik dengan mantan suamiku. Aku juga kenal dengan istrinya yang sekarang (bukan hostes itu) kami bertiga akrab dan sering makan dan jalan bareng di Indonesia.Mantan suamiku juga pernah datang ke Belanda dan menginap di rumahku,aku dengan suamiku yang di Belanda tidur berdua,mantan suamiku tidur di kamar sebelah..
Aku dan mantan suamiku di Indonesia masing-masing masih mempunyai rasa sayang, kalau rasa cinta sudah tidak ada lagi.

Berjemur Sambil Melamun

Di Belanda setiap kota dan desa mempunyai danau,ada danau besar,ada danau kecil. Danau-danau itu semua buatan,tujuannya dibuat danau itu agar para penduduknya di kota atau desa itu bisa rekreasi menikmati cuaca matahari kalau musim panas sambil berenang atau main air.

Bagi yang punya keluarga pasti datang dengan anak-anak mereka sementara anak-anaknya main air,orangtuanya duduk dipinggir memperhatikan anak-anak main pasir atau berenang yang memang sengaja dibuat tidak terlalu dalam danaunya.Kalau terlalu dalam ada pembatasnya dan disitu di tulis dipapan peringatan kalau airnya dalam dan dilarang bermain terlalu jauh.


Kalau yang single tidak mempunyai keluarga biasa mereka datang sendiri berjemur duduk atau tiduran sendiri ada yang membawa anjingnya.Anak-anak muda biasa bermain berkelompok dengan teman-temannya ada yang main volly ada yang main bola ada yang hanya sekedar becanda,ada juga yang duduk sambil baca buku.


Aku juga suka datang ke sini berjemur atau kalau terlalu panas sekedar duduk di bawah pohon sambil memperhatikan tingkah manusia,kadang kalau bosan aku sambil duduk memandang tingkah manusia didepanku sambil telepon.. bla.. bla.. bla.. atau hanya duduk sekedar melamun memikirkan nasib..hihihi..padahal nasibku sudah bagus gak ada yang harus dipikirkan lagi..hihihi..pokok macam-macam deh pikiran kalau lagi duduk sendiri sambil menikmati sinar matahari, sambil memandang langit biru yng cerah.
Begitu aku pulang ke rumah otak juga cerah dan ide pun muncul untuk menulis.